Susur
Curung [ Di Bogor,
Jawa Barat banyak air terjun segar yang pas untuk basah-basahan di akhir pekan.
Kesegaran panorama curug dari tengah kota hingga ke pinggiran sudah tak asing
lagi bagi wisatawan di
sekitar Jakarta.
Ada dua loket karcis di curug ini, padahal jarak keduanya kurang dari 100 meter
saja. Setelah menelusuri jalur yang curam dan menyeberangi aliran sungai-sungai
kecil, sampailah di curug.jika ,musim kemarau air curugnya tidak
terlallu deras.
Sekitar 20 menit dari tanjakan curam tersebut, sampailah di tempat parkir curug. Suasana sangat ramai,
jika hari itu bertepatan dengan long weekend. Masuk ke area curug, terlihat
banyak bule-bule keturunan Arab, yang menurut warga sekitar para bule tersebut
memang sering berkunjung ke Curug Cilember. Kami sayangnya hanya sampai ke
curug 6, alias curug terbawah kedua karena untuk ke tingkatan curug berikutnya
kami harus melewati jalur yang semakin terjal.
Luar biasa memang curug yang satu ini. Selain tinggi, debit airnya juga deras
karena bertepatan dengan awal musim hujan. Saya dan rombongan memutuskan untuk
tidak berlama-lama di situ, karena khawatir hujan deras akan kembali datang
yang dapat berpengaruh kepada keselamatan kami.
Berikutnya, curug yang saya datangi adalah Curug Cikoneng, sekarang bernama
Curug Bidadari di daerah Sentul, Jawa Barat. Setelah membayar tiket di gerbang
masuk Sentul Paradise Park, kami masih harus mengendarai motor kami sekitar
beberapa ratus meter hingga kami menemui jalan yang benar-benar rusak parah
beberapa belas meter menjelang curug.
Usut punya usut, ternyata kompleks curug tersebut memang masih dalam pembuatan.
Juga sudah terlihat kerangka seluncuran waterboom yang nampaknya tinggal
menunggu waktu saja untuk menjadi sebuah lokasi wisata yang menarik.
Selanjutnya adalah Curug Cipamingkis. Curug ini memang belum seterkenal
curug-curug yang lainnya, mungkin karena tempatnya yang terpelosok. Beruntung
motor sudah diisi bensin full karena ternyata tempatnya sangat jauh.
Cuaca gerimis tidak menghalangi saya dan rekan untuk mencapai lokasi.
Singkatnya sampailah kami di tempat parkir curug. Hanya ada beberapa motor yang
terparkir, sebuah warung kecil dengan toiletnya, dan sebuah musala kecil di
area parkir. Tempat parkir sangat nyaman menurut saya, hingga kami melanjutkan
treking ke curug. Setelah sampai di atas, ternyataa curugnya tidak begitu
tinggi, tapi lumayan lebar. Di dekatnya juga ada gua kecil.
Ternyata sebelum kami datang, sudah ada dua bapak-bapak yang berendam di kolam
air curug dan mengambil beberapa botol air dari curug yang katanya bisa
menyembuhkan beberapa macam penyakit. Entah mitos atau fakta, yang jelas saya
dan rekan hanya fokus kepada curugnya.
Yang baru-baru ini, saya mengunjungi Curug Cibereum di daerah Cibodas, Puncak,
Jawa Barat. Mungkin curug ini yang paling terkenal di antara yang lain karena
memang satu jalur dengan trek pendakian ke Gunung Gede Pangrango.
Setelah memarkir motor dan membeli tiket, tidak lupa kami membeli beberapa
camilan untuk di atas. Karena memang tidak ada yang berjualan di jalur mendaki
maupun di lokasi curug.
Sekitar 90 menit plus beberapa kali beristirahat, akhirnya saya dan rekan
sampai juga di atas. Ada dua curug yang berdampingan di atas sana. Dua-duanya
mempunyai debit air yang cukup deras hingga kami tidak menunggu lama untuk
segera bermain air.
Untuk melihat curung lainnya DISINI